Agar Lebih Untung Berkat Jasa Broker

 

 

 

 

 

Saat bermitra dengan broker, Anda jangan pernah memberikan sertifikat asli kepada mereka. Cukup berikan fotokopi dengan tanda silang di tengahnya.

KOMPAS.com – Memakai jasa broker atau agen properti profesional memiliki beberapa keuntungan. Sebutlah misalnya, Anda tidak perlu disibukkan oleh kunjungan tamu atau dering telepon yang berulang kali menanyakan penjualan properti Anda.

Tak hanya itu, tentu saja. Broker juga memiliki jaringan pemasaran cukup luas sehingga memungkinkan rumah Anda terjual dengan cepat. Dari sisi iklan, Anda bisa menghemat biaya karena broker itulah yang akan membiayai iklan dan operasional penjualan tersebut. Singkat kata, Anda terima beres dan rumah pun terjual.

Namun, Anda tetap perlu mencermati saat menyusun perjanjian bisnis dengan broker. Perjanjian tersebut berisi kepastian hak dan kewajiban masing-masing pihak.

Broker, lazimnya, menangani semua urusan iklan, kunjungan calon pembeli, negosiasi, termasuk seluruh biaya dari proses pemasaran. Jangka waktu perjanjian dengan broker umumnya tiga bulan.

Selama periode tersebut berlangsung, apabila rumah terjual, maka broker mendapatkan komisinya meski penjualannya tidak melalui mereka. Namun, bila telah lewat dari tiga bulan yang ditentukan sebelumnya dalam klausul perjanjian, jika pembeli adalah orang yang pernah diundang, maka broker tidak mendapat komisi.

Anda tentu harus tegas dan jelas dalam perjanjian untuk menentukan besaran komisi bagi broker. Komisi diberikan kepada broker saat rumah laku terjual.

Biasanya, broker menetapkan komisi sebesar 3 % dari nilai transaksi jika properti terjual dengan harga Rp 100 juta – Rp 2 miliar. Untuk transaksi di atas Rp 2 miliar, maka komisi broker sebesar 2,5 %.

Saat bermitra dengan broker, Anda jangan pernah memberikan sertifikat asli kepada mereka. Cukup berikan fotokopi dengan tanda silang di tengahnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari penipuan penjualan yang bisa dilakukan broker tidak profesional.

Untuk memilih broker yang tepat, Anda dapat memastikan orang tersebut memiliki jaringan luas dalam pemasaran properti. Broker profesional biasanya tidak meminta biaya promosi bila rumah tidak laku terjual.

Agar lebih yakin dengan broker pilihan Anda, maka hubungi perusahaan jasa tempatnya bekerja. Pastikan juga, bahwa ia tergabung dalam anggota AREBI (Asosiasi Real Estat Broker Indonesia).

(Sumber: 77 Rahasia Cepat Untung Bisnis Properti, Hermawan Wijaya, Pustaka Grhatama)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s