Pemda Diminta Ciptakan Ruang Terbuka di Perkotaan

selain sebagai paru-paru kota, taman merupakan penghijauan yang senantiasa dijadikan area aktivitas masyarakat setempat. Karena keterbatasan lahan, keberadaannya cukup diminati

Karena minimnya keterbatasan lahan, ruang terbuka hijau semakin sulit ditemukan. Pertumbuhan properti pun tidak diimbangi Rencana Umum Tata Ruang (RUTR). Untuk mengatasi dampak kedepannya, pemerintah daerah ke depan diminta dapat menciptakan ruang terbuka di daerah perkotaan. Adanya ruang terbuka baru itu diharapkan bisa membantu masyarakat dalam beraktifitas serta mengurangi munculnya kawasan-kawasan kumuh. Dari data yang ada, pemukiman kumuh diperkirakan telah mencapai 57.800 ha.

Jika pemerintah daerah berusaha menciptakan ruang terbuka baru di daerah perkotaan, maka munculnya pemukiman kumuh bisa diminimalisir. Tugas ini menjadi kewajiban bersama khususnya pemerintah daerah yang lebih memahami kondisi daerahnya masing-masing. Dengan diciptakannya ruang terbuka baru di kota-kota saat ini, Pemda juga membantu masyarakat dalam menjalankan aktifitasnya sehari-hari.  Dalam hal ini, secara tidak langsung mobilitas masyarakat juga bisa lancar sehingga kemacetan lalu lintas pun bisa dikurangi.

Sebagaimana yang kita ketahui, kemacetan lalu lintas di Ibukota Jakarta terjadi disetiap jam-jam kerja. Hal itu karena banyak masyarakat yang tinggal di daerah pinggiran kota sehingga mereka banyak yang menggunakan kendaraan pribadi untuk pergi ke kantor. Tak kurang dari sekitar 1 juta motor masuk ke Jakarta setiap harinya. Banyaknya kendaraan di Jakarta juga ikut berperan dalam membakar udara kota sehingga menimbulkan polusi udara.

Salah satu solusi hal itu adalah menata kembali kawasan perumahan dan permukiman di wilayah perkotaan. Pembangunan rumah susun atau hunian vertikal yang banyak dibangun oleh pengembang saat ini juga merupakan bagian penciptaan ruang terbuka serta antisipasi semakin sempitnya lahan. Jika banyak masyarakat yang tinggal di Rusun yang berada di wilayah perkotaan tentunya mereka bisa berjalan kaki dan naik kendaraan umum, untuk mencapai tempat kerjanya atau dengan kata lain walking distance.  Adanya bangunan yang menerapkan konsep hijau dalam pembangunannya juga bisa membuat udara di Jakarta semakin sejuk.

Selama 2010 lalu, terjadi peningkatan ketersediaan rumah layak huni yang didukung oleh prasarana, sarana dan utilitas (PSU). Rumah susun sejahtera sewa telah terbangun sebanyak 49 unit, terselesaikannya fasilitasi dan stimulasi pembangunan perumahan swadaya sebanyak 2.000 unit, fasilitasi dan stimulasi peningkatan kualitas swadaya sebanyak 20.000 unit. Sedangkan fasilitasi pembangunan PSU kawasan sebanyak 13.050 ribu unit, fasilitasi pembangunan PSU perumahan swadaya sebanyak 13.350 unit, fasilitasi dan simulasi penataan lingkungan permukiman kumuh seluas 30 ha, fasilitasi pra-sertifikasi dan pendampingan pasca sertifikasi sebanyak 7.500 unit, fasilitasi pembangunan rumah khusus sebanyak 1.000 unit.

Kesimpulan dari data diatas bahwa, kebutuhan akan ruang terbuka masih diperlukan melihat pertumbuhan permukiman yang terus meningkat dan keterbatasan lahan. Jika tiap pengembangan perumahan mampu membentuk dan menciptakan ruang terbuka berupa taman dan area hijau lainnya. Kualitas lingkungan hunian tersebut akan terlihat asri dan terasa lebih sejuk.

Sumber : www.property&bank.com, foto istimewa

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s